Showing posts with label persiapan touring. Show all posts
Showing posts with label persiapan touring. Show all posts

Thursday, April 15, 2010

Polemik Helm Embosh SNI


Tgl 1 April 2010 kemarin telah diberlakukan UU No.22 tahun 2009 tentang Lalulintas. Dimana sebenarnya banyak penyempurnaan dan revisi dari peraturan-peraturan yang lama. di dalam UU No.22 tahun 2009 ini ada banyak pasal yang mengatur tentang Lalulintas, salah satunya mengenai kewajiban menggunakan Helm yg dilengkapi dengan Logo Embosh SNI. Dengan adanya kebijakan ini diharapkan angka kematian atau cedera dari kecelakaan yang diakibatkan penggunaan helm yang asal-asalan dapat dikurangi. Helm SNI yang asli harus melalui berbagai tahapan uji laboratorium yang dapat bermanfaat melindungi kepala bikers bila terjadi kecelakaan.

Dalam Diskusi yang digelar oleh RSA (Road Safety Association) Sabtu 10 april 2010 jam 20.00 sd 23.15 WIB di gedung Depkes P2PL Salemba. Diskusi ini sejatinya untuk menyadarkan dan mensosialisasikan kepada masyarakat betap pentingnya para Bikers memakai APD (Alat Pelindung Diri) yang mumpuni atau sesuai standart yang disarankan.
Dalam kesempatan persentasinya Dr Esti sebagai pembicara perwakilan dari Kementrian Kesehatan menerangkan bahwa pentingnya APD seperti Helm, Jaket, Sepatu dan Sarung tangan, karena diskusi kali ini membahas tentang Helm maka Dr Esti langsung menjelaskan fungsi sebenernya yang sangat efektif daripada Helm adalah melindungi kepala dan terutama Otak kita, banyak fakta korban meninggal dunia yang diakibatkan kecelakaan lalulintas para Bikers yang menderita cedera kepala. Ironisnya, rata-rata dari mereka berusia produktif yaitu usia 20-39 tahun.

Masih menurut Dr Esti dalam paparannya... Kenapa Helm sangat penting sekali dan Helm yang seperti apa sih yang aman untuk melindungi kepala kita?. Helm sangat penting karena didalam kepala ada otak yang menghubungkan berbagai saraf di tubuh manusia, ibarat komputer otak itu chipnya lah. Lalu Helm yang aman untuk melindungi kepala kita adalah Helm yang disarankan oleh WHO Helm Open Face dan Full Face bukan helm cetok atau helm proyek, dan antara kepala dengan lapisan helm tidak boleh ada gap atau jarak karena dapat mengakibatkan getaran yang dapat membahayakan otak. Sebenernya dalam Kepala kita antara otak dan lapisan kepala ini terdapat cairan untuk melindungi otak dimana apabila terjadi getaran atau benturan maka seperti air yg dikocok (sambil mencontohkan 1 gelas air mineral dikocok2). Jadi untuk memilih Helm pun harus hati-hati, pilihlah Helm yang pas dengan ukuran kepala kita dan tidak boleh yang longgar-longgar. Beliau juga memaparkan data-data dari WHO tentang Hal yang berkaitan dengan kendaraan, kecelakaan dan Helm ini sendiri.

Hadir sebagai Pembicara dari POLRI adalah Bapak AKBP Subono Kasilat Subdit Dikmas Ditlantas Polri, beliau juga memaparkan data-data kecelakaan yang dimiliki oleh Polri. Bapak Subono menjelaskan dalam UU No.22 tahun 2009 SNI berlaku untuk siapapun tidak memandang apa dan siapa Bikersnya, dalam UU tersebut tidak ada pengecualian aturan terhadap Polisi, TNI atau PNS, jadi apabila tidak menggunakan Helm SNI golongan tersebut wajib ditegur bahkan ditindak. Kepolisian sendiri menurut AKBP Subono sudah menggunakan Helm SNI untuk para petugas yang bertugas menggunakan motor di jalan-jalan. Saat ini penerapan Helm SNI masih berupa sosialisasi dengan jalan menegur pengguna Helm non SNI. Tapi bila keputusan Kapolri dan Peraturan Pemerintah yang saat ini sedang di godok sudah keluar, maka tilang terhadap pengguna Helm non SNI akan ditilang tidak terkecuali termasuk Polisi, TNI atau PNS yang masih membandel. Adapun denda bagi para pelanggarnya yaitu sebesar Rp. 250.000 atau kurungan penjara selama 1 bulan siap mengancam. Peraturan Helm Embosh SNI ini berlaku surut dalam artian untuk jangka waktu tertentu (mungkin 1 tahun ke depan mulai dari tanggal 1 april 2010) Helm yang masih DOT, SNELL atau standart international lainnya masih aman dari tilang untuk digunakan, namun untuk selanjutnya semua Helm harus memiliki Embosh SNI.

Selain dari Kementerian Kesehatan dan Polri, narasumber berikutnya dari Staff Ahli Asosiasi Industri Helm Indonesia (AIHI) Om Thomas Lim. Beliau menjelaskan tentang helm. Mulai dari apa itu helm... bahan-bahan apa saja yang sesuai standart untuk membuat Helm.. sampai Helm apa sih yang baik dan aman untuk bikers.. dan diakhiri dengan pemaparan tentang SNI itu sendiri. Masih menurut Om Lim, Helm itu merupakan pelindung kepala yang wajib dipakai para bikers saat riding. Bahan-bahan yang sempat ane tangkep dari penjelasan om lim yaitu butiran-butiran plastik, butiran-butiran busa pelindung dalam, tali pengikat dan pengancingnya yg Qualify. Aturan SNI sendiri selain berguna untuk melindungi kepala para bikers juga untuk melindungi produsen Helm dari serbuan Helm Import dan Helm China yang gencar masuk ke pasar Indonesia dan perlu diketahui sebentar lagi AFTA mulai berlaku.

Untuk SNI Embosh sendiri merupakan penyempurnaan dari SNI yg sebelumnya sudah berlaku (SNI stiker), adapun kode yang dipakai untuk Helm SNI 09-1811-2007 dimana SNI ini mengacu pada standart Eropa, jadi sudah dipastikan harusnya aman dan baik digunakan para Bikers. Lanjut om Lim sebelumnya pada SNI 09-1811-1990 sebenarnya sudah mengikuti aturan Japan Industrial Standart (JIS), seiring berjalannya waktu JIS terlalu sederhana dalam tes pengujiannya maka kita mengacu pada Standart Eropa, yang lebih komplit tes pengujiannya. Oleh karena itu bikers tidak perlu takut kualitas Helm SNI yang asli, sebab sebelum para produsen mendapat sertifikat SNI harus melalui berbagai uji tes SNI. Pengetesan Helm tersebut dengan cara membenturkannya pada sesuatu dengan kecepatan 80 KM, mengejutkan tali pengikatnya, dan dijatuhkan dari atas ke bawah dengan alat penguji test. Namun demikian Bikers diminta hati-hati dan selektif dalam membeli Helm SNI Embosh ini, karena disinyalir sudah ada Helm Embosh SNI yang abal-abal, asli tapi palsu, ada 2 modus Helm Aspal. pertama, produsen Helm yg sudah dapat sertifikat SNI embosh namun dia nakal dengan menurunkan kualitas Helm. Kedua, Produsen nakal yang memang belum memiliki Sertifikat Embosh SNI, mereka Embosh SNI begitu saja. Disinilah peran kementerian perdagangan untuk mengawasi Produsen-produsen Helm ini, dan ditindak lanjuti oleh Polri tentunya temuan ini.

Setelah pemaparan para narasumber diatas, acara dilanjutkan dengan diskusi tanya jawab dari para audiens yang datang menghadiri Diskusi "sosialisasi Helm SNI" yang diselenggarakan RSA ini.
bersambung...



iwan
Ketua BM2C
Baca Selengkapnya...

Monday, January 25, 2010

Check Compression Ratio Kendaraan Anda untuk Memilih Bahan Bakar yg Tepat

Isi Bensin, Enaknya Pakai Apa Ya?

Jakarta - Mobil atau motor kita sebaiknya diisi bensin apa ya? Dari begitu banyak pilihan bahan bakar di pasaran seperti Premium, Pertamax hingga BBM dari perusahaan asing seperti Shell, Total atau bahkan Petronas, mana yang cocok dengan kendaraan kita?

Pusing untuk menjawabnya? Hmm setidaknya Firmansyah Saftari, penggiat dunia otomotif lewat bukunya Utak-Atik Otomotif 2, Berbagi Pengalaman ala Saft7.com memberikan trik jitu BBM yang tepat.

Anda harus melihat dulu informasi rasio kompresi (Compression Ratio/CR) kendaraan Anda. Angka CR ini bisa dilihat di buku manual ataupun situs resmi mobil/motor Anda. CR merupakan hasil perbandingan tekanan yang berkaitan dengan volume ruang bakar terhadap langkah piston dari titik bawah ke titik paling atas saat mesin bekerja.

Nah jika ingin tahu BBM yang direkomendasikan lihat saja tabel di bawah ini:


Jenis Bensin Angka Oktan Rasio Kompresi
Premium 88 7:1 sampai 9:1
Pertamax 92 9:1 sampai 10:1
Pertamax Plus 95 10:1 sampai 11:1


Contohnya Honda Jazz yang memiliki rasio kompresi 10.1:1 tentunya cocoknya menggunakan bahan bakar Pertamax Plus. Contoh lain kalau mobilnya Suzuki Karimun yang memiliki CR 8.8:1 maka bahan bakar cukup premium saja. Atau kalau motornya Honda MegaPro yang memiliki rasio kompresi 9:1 maka bisa menggunakan premium saja. Sementara Suzuki Smash yang kompresinya 9.5:1 harusnya menggunakan Pertamax.

Bagaimana jika diisi bensin dengan Oktan lebih rendah?

Menilik angka CR memang perlu. Soalnya bensin dengan oktan rendah lebih mudah terbakar. Semakin tinggi nilai CR pada mesin artinya mesin membutuhkan BBM dengan nilai oktan tinggi.

Mesin berkompresi tinggi membuat bensin cepat terbakar (akibat tekanan yang tinggi). Nah yang akan menjadi masalah adalah ketika bensin terbakar lebih awal sebelum busi memercikkan api. Saat piston naik ke atas melakukan kompresi bensin menyala mendahului busi, akibatnya piston seperti dipukul keras oleh ledakan ruang bakar. Inilah yang disebut ngelitik.

Menurut Saftari, bagaimana kejamnya ngelitik bagi mesin ini bisa digambarkan ibarat telapak tangan kita ditusuk-tusuk dengan paku. Ngelitik ini perlahan tapi pasti membuat piston seperti permukaan bulan dan bahkan bisa bolong.

Bagaimana kalau diisi bensin dengan oktan lebih tinggi?

Bensin dengan oktan tinggi seperti Pertamax, Pertamax plus dan lainnya umumnya dilengkapi dengan aditif pembersih dan sebagainya, namun tidak banyak memberi penambahan tenaga, jadi angka oktan tinggi bukan artinya lebih bertenaga.

Karena benefitnya kurang sebanding jika dibanding harganya yang tinggi, maka ujung-ujungnya hanyalah merupakan pemborosan uang saja.

Nah jadi biar gampang, sebaiknya lihat saja dulu angka CR motor/mobil sebelum menentukan BBM yang digunakan.

Sumber: - detikOto - Dadan Kuswaraharja

posting : iwan Black Vixy '08
Baca Selengkapnya...

Friday, January 22, 2010

Aspek dan Tips Touring Ala iwan Black Vixy '08




TOURING.... Satu kata yang memang bisa buat orang pusing dibuatnya kalo tidak dilakukan dengan perencanaan yang pasti apalagi bikers tersebut tidak hobi Touring. Touring itu menyangkut ke berbagai aspek kehidupan para bikers diluar dari manfaat yang sudah pernah ane bahas sebelumnya. Ane coba bahas aspek-aspek tersebut dan dengan tips-tips ala iwan.

Aspek yang akan coba ane share dalam kesempatan kali ini yaitu Keuangan, Kendaraan, Kenyamanan dan Keselamatan Nyawa Bikers, Kesehatan Bikers, Aspek Sosial Bikers.


1. Keuangan
  • Keuangan untuk 1 kali perjalanan Touring memang tidaklah sedikit. maka dari itu ane pribadi sudah mulai menabung dari selesai touring sampai touring selanjutnya, yah minimal sebulan Rp 50.000 sampai Rp 100.000. Karena memang keuangan itu harus dipos-poskan atau dibagi-bagi dengan kebutuhan sehari-hari.
2. Kendaraan
  • Persiapkan Kendaraan sebelum Touring minimal 1 atau 3 hari sebelumnya, yang bagus sih seminggu sebelumnya sudah dipersiapkan (diservice) ganti oli dan dicek segala sesuatunya mulai dari mesin, rem sampai ke tekanan angin ban.

  • Selama Perjalanan Touring pun harus diperhatikan cara membawa Motor kita, jangan asal tarik gas pooll aja... Safety Ride bro dan juga pasti berkaitan dengan pemakaian bahan bakar kemudian berkaitan juga dengan keuangan kita toh.

  • Setelah Touring segera ganti oli walaupun di kilometer kita hanya terpakai 600 KM, itu berguna untuk menjaga kinerja mesin motor kita. Lebih bagus sih service sekalian Bro and Sis.
3. Kenyamanan serta Keselamatan Nyawa Bikers
  • Keselamatan Nyawa Bikers ini yang menjadi momok paling mengerikan. Namun apabila kita disiplin dan mengikuti briefing-briefing yang diadakan insya allah akan terjaga keselamatan kita. Karena Briefing-briefing itu berguna untuk Safety Ride kita selama Touring. So... kalo briefing jangan pada ngobrol-ngobrol sendiri-sendiri yah bro and sis. Ingat... Safety Riding itu penting !!!

  • Patuhi berbagai tanda dari Leader sampai Sweaper dan atur kecepatan sesuai intruksi dari Leader. Apabila bikers lelah atau ingin sesuatu jangan sungkan untuk memberitahu Leader, ingat faktor kelelahan adalah penyebab tertinggi kecelakaan lalu lintas. Waktu lelah manusia mengendarai kendaraan adalah kurang lebih 2 atau 3 jam perjalanan setelah itu pasti harus istirahat sejenak.
4. Kesehatan Bikers
  • Pre- Touring bikers harus perhatikan kesehatannya. Asupan makanan yang baik serta menjaga kebugaran tubuh.

  • Selama Touring kesehatan pun perlu diperhitungkan, karena akan sangat mempengaruhi performa kita mengendarai kendaraan.

  • After Touring, paling yang ane lakukan yah istirahat yang cukup karena esok harinya sudah harus bekerja. Yah kalo pegal-pegal bolehlah pijit-pijit, tidak lupa ane pasti minum jamu setelah touring yah jamu tolak angin atau pegal linu.

5. Aspek Sosial
  • Mungkin aspek ini tidak akan terasa langsung ataupun bisa juga terasa langsung saat sebelum, selama dan sesudah Touring. Yang terpenting tetap jaga solidaritas tinggi kita dan jaga komitmen terhadap Klub dimana kita bernaung.

Demikian Aspek dan Tips yang dapat ane share dalam kesempatan kali ini. Mohon maaf, disini ane bukan menggurui... ane cuma mau share aja. Toh untuk mengingatkan kita semua sebagai bikers yang cinta Touring.

Salam Touring,


iwan - Ketua BM2C

Baca Selengkapnya...